Halaman

Letak kotak kuda

Buat yang penasaran dengan lokasi kotak kayu berisi Saddle (untuk mendapatkan kuda), akan kucoba tuliskan di post ini. Semoga deskripsinya bisa membantu, dan mohon maaf nggak pake screenshot :D .

  • The Yellow Turban Rebellion: Dataran tinggi sebelah utara Southwest Fort. Bisa lewat dua jalur: jalan kiri bawah yang memutar, atau naik tangga di Southwest Fort.
  • Battle of Hu Lao Gate: Jalur gunung yang bisa dilewati setelah Southeast Post, tepat berada di timur Central Fort. Petunjuk: kalau mengambil jalur selatan yang memutar, jalurnya adalah jalur yang bisa digunakan untuk melompat ke Central Fort.
  • Battle of Xia Pi: Sebelah timur Xia Pi North Watchpost, dekat dinding kastil.
  • Conquest of Wu: Sedikit di bagian utara di luar pintu barat Niu Zhu Castle (Ya, ada pintu di sebelah barat Niu Zhu Castle :lol: ).
  • Campaign Against Yuan Shu: Sedikit di bagian utara di luar pintu barat Niu Zhu Castle (sama dengan Conquest of Wu).
  • Battle of Guan Du: Dataran rendah di sebelah utara Guan Du West Gate, di area berpohon.
  • Invasion of Xu Chang: Sebelah timur Palace East Post, di ujung dinding kastil di sisi bawah luar tangga.
  • Battle of Chang Ban: Sebelah selatan jembatan kiri atas, pojok tenggara jalur melingkar. Petunjuk: Ada Refugee yang lewat sekitar jalur tersebut.
  • Battle of Chi Bi: Di luar West Watchpost, sebelah selatan pagar.
  • Pacification of Cheng Du: Sebelah timur East Fujiang Watchpost.
  • Battle of Jing Province: Di jalur tebing sebelah utara Jiang Ling Castle Post di arah menuju dinding Jiang Ling Castle.
  • Battle of He Fei: Di dataran tinggi sebelah utara Chao Hu Northeast Fort.
  • Battle of Mt. Ding Jun: Di cekungan/celah sebelah selatan Mt. Cha Qi yang sering digunakan pasukan untuk turun.
  • Battle of Fan Castle: Sebelah selatan Fan Castle South Yard, di pojok dinding kastil.
  • Battle of Yi Ling: Sebelah barat pintu masuk utara Stone Sentinel Maze, di ujung jalan buntu.
  • Battle of Han Zhong: “Pulau” pojok kiri atas peta.
  • Battle of Shi Ting: Di bagian luar pintu selatan Wan Castle, sebelah barat.
  • Battle of He Fei Castle: Sebelah utara West Yard (di bagian belakangnya).
  • Battle of Wu Zhang Plains: Dataran rendah di sebelah barat Wu Zhang Plains West Fort, di area berpohon.

DW 6 unlockebels

Cao Cao: Clear 3 Wei Musou Modes
Cao Ren: Complete target 2 Fan Castle - Lu Bu side
Chaos Difficulty: Complete 1 Wei, Shu, Wu, Other Musou Mode
Character Costumes: Raise a character to level 50
Diao Chan: Complete 1 Wei, Shu, Wu Musou Mode
Dong Zhuo: Complete target 1 Hu Lao Gate - Lu Bu side
Gan Ning: Complete 1 Wu Musou Mode
Guan Ping: Complete target 2 Fan Castle - Shu side
Huang Gai: Complete target 3 Chi Bi - Wu side
Huang Zhong: Complete target 1 Ding Jun - Wei side
Liu Bei: Complete 3 Shu Musou Mode
Lu Bu: Complete Sun Jian, Liu Bei, Cao Cao, and Diao Chan musou mode
Lu Meng: Succeed in 2 battle objectives on the Wei side of He Fei
Ma Chao: Succeed in battle objective 2 on the Wei side of Han Zhong Attack Defense Battle
Pang Tong: Succeed in 3 battle objectives at Cheng Du battle and finish battle with Pang Tong alive
Sun Ce: Succeed in Battle Objective 1 on the Sun Jian side of the Battle of Xia Pi
Sun Jian: Complete 3 Wu Musou Mode
Sun Quan: Succeed in Battle Objective 1 on the Lu Bu side of The Battle of Chi Bi
Very Hard Difficulty: Clear Musou Mode with any character
Voice Gallery: Raise a character to level 50
Wei Yan: Succeed in 2 battle objectives on the Shu side of WuZhang Plains and finish battle with Wei Yan alive
Xiahou Yuan: Succeed in 1 battle objective on the Shu side of Ding Jun Mountain
Xiao Qiao: Succeed in Battle Objective 3 on the Wu side of the Battle of Shi Ting
Xu Huang: Succeed in 2 battle objectives on the Wei/Wu side of Fan Castle
Yuan Shao: As Wei, complete all 3 targets and capture Wu Chao before completing the stage
Zhang Jiao: Beat stage with completing all three targets in the Yellow Turban Rebellion
Zhang Liao: Complete 1 Wei Musou Mode
Zhou Tai: Succeed in 3 battle objectives on the Shu side of Yi Ling
Zhuge Liang: Complete 1 Shu Musou Mode
Zhen Ji : Go to Xu Chang defeat all officers-Lu Bu side

cara memggunnakan GameHack

Jika kamu ingin game stronghold crusader, diner dash,dll uangnya menjadi banyak, maka downloadlah program yang bernama GameHack. Anda tidak bisa men-downloadnya disini. Tapi bisa anda cari di google dengan kata kunci "cheat stronghol crusader". Caranya mudah sekali, pertama anda buka GameHack lalu pindahkan cara meng Hacknya Win 32. Lalu, anda pilih nama game setelah dibuka gamenya terlebih dahulu.klik ikon teropong, masukan jumlah uang biasa di kotak yang kosong. Setelah itu,tekan search. Lalu kurangi uang dengan membeli apa saja, lalu kembali ke GameHack. Lihat jumlah uang yang sama dengan jumlah uangmu. Lalu kllik 2 kali dan tambah sesuka hati.

Real Madrid




- - Real Madrid adalah klub tersukses, tak hanya di Spanyol, namun juga di Eropa. Berdiri pada tahun 1902, Madrid adalah pemegang gelar La Liga terbanyak, yakni 30 gelar.

Nama lengkap: Real Madrid Club de Futbol
Alamat: C/ Concha Espina, 1. 28036 Madrid
Situs: www.realmadrid.com
Telepon: 00 34 91 398 43 00
Fax: 91 398 43 82
Tahun pendirian: 1902
Presiden: Ramon Calderon Ramos
Stadion: Santiago Bernabeu
Kapasitas: 80.000
Pelatih: Bernd Schuster

Prestasi:
La Liga:: 30 (1931-1932, 1932-1933, 1953-1954, 1954-1955, 1956-1957, 1957-1958, 1960-1961, 1961-1962, 1962-1963, 1963-1964, 1964-1965, 1966-1967, 1967-1968, 1968-1969, 1971-1972, 1974-1975, 1975-1976, 1977-1978, 1978-1979, 1979-1980, 1985-1986, 1986-1987, 1987-1988, 1988-1989, 1989-1990, 1994-1995, 1996-1997, 2000-2001, 2002-2003, 2006-2007)

Copa del Rey: 17 (1905, 1906, 1907, 1908, 1917, 1934, 1936, 1946, 1947, 1962, 1970, 1974, 1975, 1980, 1982, 1989, 1993)

Piala Super Spanyol: 7 (1983, 1991, 1992, 1994, 1996, 2001, 2003)

Piala Liga: 1 (1985)
Liga Champions: 9 (1956, 1957, 1958, 1959, 1960, 1966, 1998, 2000, 2002)
Piala UEFA: 2 (1985, 1986)
Piala Super Eropa: 1 (2002)
Piala Interkontinental: 3 (1960, 1998, 2002)

Rekor La Liga:
Pencetak gol terbanyak sepanjang masa: Alfredo Di Stefano (307 gol)
Penampilan terbanyak: Manuel Sanchís Hontiyuelo (712 kali)
Posisi terbaik: 1 (30 kali)
Posisi terburuk: 11 (1947-48)
Gol terbanyak dalam semusim: 107 (1989-90)
Gol terbanyak dalam satu pertandingan: 11-2 vs Elche (1959-60)
Kebobolan terbanyak: 1-8 vs Espanyol (1929-30)

Pemain:
Kiper:
1. Iker Casillas Fernandez; 13. Jordi Codina Rodriguez; 25. Jerzy Dudek

Bek:
5. Fabio Cannavaro; 16. Gabriel Omar Heinze; 2. Miguel Angel Salgado Fernandez; 22. Miguel Torres Gomez; 12. Marcelo Vieira da Silva Junior; 21. Christoph Metzelder; 3. Kleper Laveran Lima Ferreira; 4. Sergio Ramos Garcia

Gelandang:
19. Julio Cesar Baptista; 6. Mahamadou Diarra; 15. Royston Ricky Drenthe; 8. Fernando Gago; 14. Jose Maria Gutierrez Hernandez; 11. Arjen Robben; 23. Wesley Sneijder

Penyerang:
20. Gonzalo Gerardo Higuain; 7. Raul Gonzalez Blanco; 10. Robson Da Souza; 18. Javier Pedro Saviola; 9. Roberto Soldado Rillo; 17. Rutgerus J.M. van Nistelrooy

Kisah Sebuah Keluarga Uruguay ke Afrika Selatan

Kimberley - Sepakbola memang olahraga yang paling membius di seluruh dunia. Sebuah keluarga asal Uruguay menempuh jarak ribuan kilometer mengelilingi dunia dan akhirnya sampai di Afrika Selatan.

Mario Sabah (56 tahun) dulunya adalah seorang pengusaha di bidang kelistrikan. Bersama dua putranya, Ismael (28) dan Matias (25), Mario pada Februari 2007 meninggalkan Montevideo untuk melakukan perjalanan keliling dunia.

Sebagai alat untuk membawa mereka mengelilingi dunia adalah sebuah Citroen Mehari, mobil kecil dengan mesin berkapasitas 600 cc dengan tenaga maksimal 28 PK.

Mario dan kedua anaknya mengelilingi benua Amerika dan Eropa. Hingga suatu ketika, mereka sampai di Istanbul, Turki. Di sana, ketiganya bertemu Diego Lugano, kapten timnas sepakbola Uruguay, sekitar setahun yang lalu.

"Lugano bilang kepada kami bila Uruguay lolos ke Piala Dunia, kami harus berada di sana. Lantas kami membuat janji," kata Matias, yang termuda dari tiga bapak dan anak itu.

Cerita bergulir hingga bulan November 2009. Keluarga Sabah tengah berada di Australia saat Lugano dkk berhasil merebut tiket Piala Dunia 2010 dengan melewati Kosta Rika. Rencana pun berubah.

Citroen Mehari keluarga Sabah lantas dihela menuju Durban, Afrika Selatan, setelah menempuh jarak sekitar 100 ribu KM mengelilingi 41 negara, termasuk Indonesia dan Timor Leste.

Pada Rabu (9/6/2010), Mario, Ismael dan Matias menepati janjinya. Mereka sampai di Kimberley dan bertemu dengan Lugano cs. Sebelum Uruguay berangkat berlatih, ketiganya memeluk para pemain Biancoceleste.

Perjalanan keluarga Sabah mencapai Afsel tidaklah mudah. Seringkali mereka kehabisan uang dan harus mengumpulkan dana dari orang-orang yang bersedia jadi sponsor serta dari warga Uruguay yang mereka temui sepanjang perjalanan.

Maka jadilah mobil mungil mereka dipenuhi dengan berbagai macam stiker, mulai dari sebuah supermarket di Ekuador, dealer mobil Citroen di mana saja, sampai membuat slogan "Satu Keluarga, Satu Mobil, Satu Dunia, Satu Mimpi" nyaris tak terlihat.

"Kami menjual semua yang kami punya untuk mewujudkan mimpi ini. Perjalanan baru dimulai ketika uang mulai menipis. Sebelum itu, perjalanan terasa mudah saja," tukas Mario.

Lantas, bagaimana bisa mereka berganti rencana hingga akhirnya bisa mendarat di Afsel? Ternyata, jawabannya terletak pada rasa cinta mereka pada negara.

"Kami bukanlah pendukung gila bola, tapi kami cinta negara kami. Tim ini adalah bagian dari negara kami dan kami berada di sini untuk mereka. Jika kami bisa mencapai jarak sejauh ini dengan mobil ini, seharusnya Uruguay juga bisa jadi juara dunia," seru Matias yang bersama abang dan ayahnya akan menonton seluruh laga Uruguay, yakni menghadapi Prancis, Afsel dan Meksiko.

Lugano cs pastinya tahu dengan harapan yang disematkan oleh keluarga Sabah dan jutaan pendukung mereka yang lain. Jangan sampai mereka mengecewakan pendukung sesetia Mario, Ismael dan Matias.

sumber:detiksports

Afrika Selatan

Setelah berakhirnya pemerintahan minoritas kulit putih, salah satu kebutuhan yang paling mendesak untuk yang baru pemerintah Afrika Selatan untuk membangun sebuah sistem pendidikan untuk semua warganya yang akan memperbaiki warisan yang menghancurkan apartheid. Decades of racial discrimination had channeled resources to the white minority, while the black majority was deliberately impoverished and undereducated. Dasawarsa diskriminasi rasial telah menyalurkan sumber daya untuk minoritas putih, sementara mayoritas hitam itu sengaja miskin dan undereducated. Black schools, which had been the focal point of the anti-apartheid struggle, had endured decades of protest, boycotts, and violence. sekolah Black, yang telah menjadi titik fokus dari perjuangan anti-apartheid, telah mengalami dekade protes, boikot, dan kekerasan. In many black townships, there were not enough schools or no schools at all. Di banyak kota-kota hitam, tidak ada cukup sekolah atau tidak sekolah sama sekali.

One township that would face all of these challenges was Orange Farm, established in 1988, when people began moving there to escape the overcrowding of nearby Soweto. Salah satu kota yang akan menghadapi semua tantangan itu Orange Farm, didirikan pada tahun 1988, ketika orang-orang mulai pindah ke sana untuk menghindari berdesak-desakan dari Pekanbaru dekatnya. Although the community was promised a new high school, called Aha Thuto, the principal arrived to find there was no building. Meskipun masyarakat dijanjikan sekolah tinggi baru, yang disebut Aha Thuto, kepala sekolah datang untuk menemukan ada bangunan tidak ada. Students were forced to share space with another school. Siswa dipaksa untuk berbagi ruang dengan sekolah lain. Then in the early 1990s, violence in the classroom grew so extreme that the principal closed down Aha Thuto. Kemudian pada awal 1990-an, kekerasan di dalam kelas tumbuh begitu ekstrim bahwa kepala sekolah ditutup Aha Thuto. This drastic measure forced parents, teachers, and students to come together to reaffirm their commitment to learning and to building a thriving educational environment. Ini mengukur drastis dipaksa orang tua, guru, dan siswa untuk datang bersama-sama untuk menegaskan kembali komitmen mereka untuk belajar dan untuk membangun suatu lingkungan pendidikan berkembang.

After years of lobbying, in 1996, the community of Aha Thuto finally received its own building. Setelah bertahun-tahun melobi, pada tahun 1996, masyarakat akhirnya menerima Aha Thuto gedung sendiri. At the end of the 1997 school year, Aha Thuto was the highest-ranking school in its region, scoring a pass rate of 90 percent on the national matriculation exams. Pada akhir tahun 1997 sekolah, syukur-Thuto adalah sekolah peringkat tertinggi di wilayahnya, mencetak tingkat lulus dari 90 persen pada ujian matrikulasi nasional. In 1998, its pass rate was over 96 percent. Pada tahun 1998, tingkat lulus yang sudah berakhir 96 persen. For Aha Thuto's students, however, the victories have been bittersweet. Untuk siswa Thuto's Aha Namun, kemenangan sudah pahit,. The continuing legacy of apartheid means that graduates face massive unemployment and lack of money for higher education. Warisan berkelanjutan berarti bahwa lulusan apartheid wajah pengangguran besar-besaran dan kekurangan uang untuk pendidikan tinggi. Graduates of Aha Thuto now see themselves at the forefront of a struggle for economic justice and development. Lulusan Aha Thuto sekarang melihat diri mereka di garis depan perjuangan untuk keadilan ekonomi dan pembangunan.

10 Stadion Termegah PialaDunia 2010 Afrika Selatan

Menjelang gelaran Piala Dunia 2010, salah satu perhelatan krida terbesar dunia, ada baiknya Anda mengetahui di tempat seperti apakah 32 tim terhebat lima benua akan bertanding. Menyambut 32 negara yang lolos dari rangkaian kompetisi melelahkan namun bergengsi di babak prakualifikasi lalu, Afrika Selatan mempersembahkan sepuluh stadion terbaiknya. Kesepuluhnya tak saja diunjukkan bagi sekitar 700 pemain pilihan dunia, tetapi untuk dikagumi sekaligus menyamankan para penggemar fanatik ke-32 tim lintas geografi itu.

Soccer City Stadium

Data Stadion
Nama Soccer City Stadium
Kota Johannesburg
Dibangun 1987
Konstruksi Renovasi besar
Selesai renovasi 2009
Kapasitas 94.700

Sebagai salah satu stadion terartistik dan menakjubkan di Afrika, Soccer City Stadion, akan menjadi tempat digelarnya pertandingan pertama Piala Dunia 2010 antara Afrika Selatan melawan Meksiko, sekaligus untuk laga pamungkas di partai Final Piala Dunia pertama di Benua Hitam itu.Rancangan dasar bangunan megah itu terinspirasi dari bentuk jambangan khas Afrika yang dikenal dengan nama “Calabash’ dan keindahannya akan semakin terpancar ketika diterangi di malam hari.Soccer City berlokasi di Barat Daya Jonannersburg, dekat Sowetol, kota tempat 40 persen warga Johannersburg menetap. Karenanya, stadion ini akan menjadi pusat kegiatan selama putaran final piala dunia 2010.

Soccer City dianggap sebagai jantung persepakbolaan Afrika Selatan karena sebagian besar pertandingan penting sepanjang sejarah Afrika Selatan dimainkan di sini. Di stadion ini pula, Nelson Mandela disambut oleh rakyat Afrika Selatan setelah dibebaskan dari penjara pada 1990. Soccer City adalah stadion internasional pertama yang dibangun di Afrika Selatan yang awalnya dinamai FNB Stadion dengan kapasitas 80.000 orang.

Ditilik dari namanya, stadion ini memang sangat ‘sepakbola’. Stadion yang dimiliki oleh Federasi Sepakbola Afrika Selatan (SAFA) ini merupakan stadion terbesar dengan daya tampung sebanyak 94.700 penonton. Dengan kapasitas yang super besar tersebut, Soccer City dijadwalkan akan memainkan beberapa partai termasuk partai pembukaan dan partai final Piala Dunia 2010.

Konstruksi tanah Stadion Soccer City menyerupai calabash, pot asli dari Afrika. Keunikannya akan sangat jelas terlihat saat malam hari di mana stadion akan menyala seperti kelap-kelip bintang. Stadion berada di barat daya kota Johannesburg yang tidak terlalu jauh dari kota penggila sepakbola, Soweto. Stadion Soccer City diartikulasikan dengan 10 garis hitam vertikal yang terdiri atas sembilan garis geografis sejajar dengan sembilan stadion host Piala Dunia 2010 yang lain. Sementara garis yang ke-10 ditujukan kepada Stadion Olimpiade di Berlin, Jerman, yang juga menggelar final Piala Dunia 2006 yang lalu. Hal tersebut menggambarkan jalan ke final dan diharapkan bahwa setelah Piala Dunia usai, setiap gol yang tercetak di stadion itu nantinya akan dicetak di sebuah beton khusus di atas podium, sehingga seluruh cerita gol di turnamen dapat dilihat pada tahun-tahun selanjutnya.

Stadion ini juga dijuluki sebagai jantung sepakbola di Afrika Selatan karena telah menggelar berbagai pertandingan penting yang bersejarah. Soccer City menggelar perayaan rakyat Afrika Selatan atas pembebasan Nelson Mandela pada 1990. Kemudian, ribuan rakyat mendatangi stadion ini untuk mengenang Chris Hani yang dibunuh pada 1993. Dan memainkan partai final Piala Afrika CAF pada 1996 di mana Afrika Selatan berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-0 atas Tunisia.

Durban Stadium atau Moses Mabhida Stadium

Kota : Durban
Selesai Dibangun : 2009
Kapasitas penonton : 70.000

Stadion yang baru dibangun ini akan menjadi penyelenggara salah satu partai semifinal Piala Dunia 2010. Bangunan raksasa itu mencirikan seni arsitektural terbaru dan menggambarkan bendera negara di ujung selatan benua Afrika. Terletak di pusat Kings Park Sporting Precinct, stadion ini mempunyai dua garis lengkung di atapnya yang kemudian menyatu pada lengkungan utama, melambangkan persatuan di negara yang pernah terbelah oleh sentimen rasial itu. Berkapasitas 70.000 tempat duduk, stadion ini mempunyai beragam fungsi dan dilengkapi kereta gantung pada lengkungan utama stadion berpanjang 350 meter dan bertinggi 106 meter di atas permukaan lapangan itun. Dari kereta gantung itu akan terlihat panorama pantai dan kota.

Selain itu kawasan sekitar stadion itu akan digunakan sebagai fasilitas penunjang seperti restoran, pertokoan, arena bermain anak, dan jalur jalan kaki yang terhubung dengan pantai. Moses Mabhida, yang namanya digunakan sebagai nama Stadion ini, adalah pejuang penentang politik apartheid dan seorang politisi terkemuka Kongres Nasional Afrika, sebuah gerakan revolusioner yang memenangkan pemilihan umum 1994.

Satu lagi stadion multifungsi baru yang dibangun untuk ajang Piala Dunia 2010 yakni Stadion Moses Mabhida atau bisa disebut Stadion Durban. Stadion dijadwalkan akan jadi tuan rumah pada lima pertandingan salah satunya adalah partai semi final. Soal kapasitas, stadion ini dapat disesuaikan kebutuhan. Untuk event Piala Dunia, stadion akan diisi 70.000 kursi penonton. Sedangkan untuk event sekelas olimpiade, tidak mustahil jumlah kursi akan ditambah menjadi 80.000 kursi.

Model stadion ini pun bisa dikatakan sangat nasionalis karena mengambil inspirasi dari bendera Afrika Selatan. Dengan lengkungan besar yang ada, hal ini merepresentasikan kecintaan bangsa ini akan olahraga. Sekilas bentuk Stadion Durban mirip dengan Stadion Wembley yang ada di Inggris karena dilengkapi dengan lengkungan raksasa sepanjang 350 meter. Ditambah dengan sebuah mobil kabel yang siap mengantarkan pengunjung dari sisi utara stadion ke titik tertinggi dari lengkungan tersebut sehingga pengunjung dapat melihat indahnya pemandangan kota dan lautan.Letak stadion berada di sebelah Stadion ABSA di Kings Park Sporting Precinct dan sirkuit jalan Durban yang sering digunakan untuk balapan A1GP. Sarana lain yang dapat dijumpai di luar stadion meliputi ruangan indoor, musim sepakbola, lembaga olahraga dan sebuah stasiun transportasi transmodal.Pembangunan Stadion Durban ini sempat menuai kritik pedas dari beberapa kalangan yang menilai Durban tidak membutuhkan stadion baru. Soalnya belum tahu mau diapakan stadion ini setelah perhelatan Piala Dunia 2010.

Green Point Stadium

Kota : Cape Town
Selesai Dibangun : 2009
Kapasitas penonton : 70.000

Dibangun di kota pelabuhan utama, Cape Town, stadion ini adalah salah satu situs paling dikagumi di kota itu dan akan menjadi tempat pegelaran salah satu partai semifinal Piala Dunia 2010.Stadion serbaguna itu hanya berjarak sepelemparan batu dari pantai, dengan pegunungan Cape Town sebagai latar belakang. Selain itu, lokasinya strategis karena berdekatan dengan pusat transportasi. Stadion itu juga dilengkapi dengan lapisan peredam suara. Tak hanya Eropa yang memiliki stadion mewah dengan fasilitas sempurna. Afrika Selatan yang didaulat sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010 pun memiliki beberapa stadion megah bernama Green Point.

Stadion yang dijadwalkan akan selesai dibangun pada bulan Desember tahun ini merupakan salah satu yang paling artistik di Afrika Selatan. Stadion yang sebelumnya digunakan sebagai lapangan golf ini terletak di lokasi yang cukup strategis. Green Point terletak di antara Bukit Signal dan Samudra Atlantis yang ada di dekat pusat kota Cape Town dan daerah pelabuhan Victoria & Alfred. Lokasi ini juga sangat ideal untuk menuju pusat transportasi di kota tersebut.

Sekitar 70.000 penonton akan dapat tertampung di dalam Green Point. Jumlah yang tidak kalah besar dengan stadion-stadion top Eropa macam San Siro, Nou Camp ataupun Old Trafford. Dengan kapasitas penonton yang besar, stadion ini tetap mengutamakan kenyamanan para pengunjungnya. Hal itu dibuktikan dengan dibuatnya atap khusus stadion yang dapat mengurasi kebisingan suara pesawat yang melintas sehingga perhatian penonton tetap di lapangan. Pada Piala Dunia 2010 stadion Green Point direncanakan akan menggelar lima pertandingan babak penyisihan grup, satu pertandingan babak kedua, satu pertandingan perempatfinal dan satu pertandingan semifinal.Setelah Piala Dunia selesai, Green Point tidak lantas menganggur. Sebab, beberapa klub sepakbola profesional di Cape Town seperti Ajax Cape Town dan Santos kemungkinan besar akan memakainya. Selain itu, stadion multiguna ini juga akan dipakai untu mementaskan acara-acara besar dan konser-konser.

Ellis Park Stadium

Kota : Johannesburg
Waktu Dibangun : 1982
Selesai Direnovasi : 2009
Kapasitas penonton : 61.000

Terletak di tengah kota Johannesburg dan berpengalaman menyelenggarakan Final Piala Konfederasi 2009 antara Brazil dan Amerika Serikat, stadion ini awalnya dibangun untuk menyelenggarakan pertandingan rugbi. Bernamakan anggota dewan JD Ellis, stadion yang dibangun pada 1982 itu, menempati tempat khusus di hati rakyat Afrika Selatan. Di tempat itulah pada 1995 tim rugbi Afrika Selatan memenangkan Piala Dunia Rugby setelah mengalahkan Selandia Baru. Pada saat itu, Nelso Mandela mengangkat piala dan mempersatukan rakyat dalam perayaan kemenangan itu. Stadion ini dilengkapi dengan fasilitas untuk penonton cacat, teknologi audio visual berteknologi tinggi, dan tempat bagi khusus bagi penonton VIP. Ellis Park adalah kandang dari klub lokal Orlando Pirates.

Dibangun pertama kali pada tahun 1928 sebagai sebuah stadion rugby, Ellis Park merupakan salah satu stadion kebanggaan dan yang paling moderen yang dimiliki Afrika Selatan. Stadion ini dihancurkan dan kembali dibangun pada 1982 dan lagi-lagi sebagai stadion eksklusif untuk menggelar pertandingan rugby.

Nama Ellis Park dipakai untuk menghormati JD Ellis, seorang anggota dewan kota Johannesburg yang menyetujui pembangunan lahan untuk stadion yang sekarang dipakai untuk menggelar pertandingan rugby dan sepakbola itu. Berlokasi di jantung kota tambang emas Johanesburg, Ellis Park telah menorehkan sejarah dengan menggelar sejumlah pertandingan hebat termasuk final Piala Konfederasi 2009 antara Brasil versus Amerika Serikat. Di stadion ini pula Afrika Selatan berhasil menyabet tropi Piala Dunia Rugby pada tahun 1995 setelah diizinkan kembali ke panggung olahraga dunia. Walau demikian, ada pula cerita memilukan yang terukir pada buku sejarah stadion yang kini lebih populer disebut Coca-cola Park ini. Delapan tahun silam, terjadi sebuah kerusuhan sepakbola antara tuan rumah Orlando Pirates melawan Kaizer Chief yang merenggut 42 nyawa. Tragedi Ellis Park ini menjadi tragedi sepakbola terbesar dalam sejarah negeri itu.

Lupakan kenangan pahit itu. Stadion Ellis Park kini telah siap menyambut hajatan sepakbola terbesar sejagad pada 2010 nanti. Keseriusan tersebut telah ditunjukkan dengan penambahan 5.000 seat yang dilakukan sebelum Piala Konferedasi berlangsung sehingga stadion kini berkapasitas sebanyak 62.000 penonton.Serangkaian fasilitas yang dimiliki stadion ini dijamin tidak akan membuat penonton kecewa. Di antaranya fasilitas untuk pers yang moderen, tim pusaran air, areal khusus untuk tamu-tamu kehormatan kelas satu, aksesibilitas untuk para penyandang cacat, lapangan baru dan peralatan audi-visual canggih yang terus memberikan informasi kepada fans selama pertandingan.


Loftus Versfeld Stadium
Gb

Kota : Tshwane/Pretoria
Dibangun : 1906
Selesai Direnovasi : 2008
Kapasitas penonton : 50.000

Sebagai salah satu stadion tertua di Afrika Selatan, berbagai perhelatan telah diselenggarakan di sini sejak 1903, sementara struktur beton pertama yang bisa menampung 2000 orang dibangun oleh dewan kota pada 1923.Stadion itu terus dibenahi sejak tahun 1948 dan digunakan untuk pertandingan rugbi dan sepakbola, bahkan pada 1995 menjadi tempat perhelatan Piala Dunia Rugbi dan Piala Afrika 1996. Loftus Versfeld Stadium adalah tempat tim nasional Afrika Selatan untuk pertamakalinya mengalahkan negara Eropa, Swedia, pada 1999.

Kurang lebih 100 tahun yang lalu, stadion Loftus Versfeld dibangun di Tshwane atau Pretoria. Stadion all seater ini adalah stadion olahraga tertua yang dimiliki Afrika Selatan. Selama kurun waktu yang lebih dari satu abad, Loftus Versfeld sudah banyak mengalami renovasi. Diantaranya kini kursi penonton telah diperbanyak menjadi 50.000, sementara pada awal pendiriannya hanya tersedia 2.000 kursi. Pada tahun 1999, Stadion Loftus Versfeld menjadi saksi dari sebuah sejarah tim sepakbola Afrika Selatan. Kala itu, untuk pertama kalinya tim berjuluk ‘Bafana Bafana’ berhasil mengalahkan tim dari Eropa, Swedia, dengan skor 1-0.

Stadion yang didirikan oleh tokoh olahraga setempat, Roberts Owen Loftus Versfeld tersebut akan menghelat sejumlah pertandingan dari babak pertama dan kedua Piala Dunia 2010. Sekedar informasi, sejumlah artis papan atas dunia seperti UB40 dan Robbie williams pada 17 April 2006 yang berhasil menyedot lebih dari 56.000 penonton. Yang lebih dahsyat lagi, konser Celine Dion pada 16-17 Februari 2008 mendapat perhatian sebanyak 80.000 penonton.


Nelson Mandela Bay Stadium atau Port Elizabeth Stadium

Kota : Nelson Mandela Bay atau Port Elizabeth
Selesai Dibangun : 2009
Kapasitas penonton : 48.000

Stadion Nelson Mandela Bay dibangun di tepi Danau North End dan akan menjadi tuan rumah bagi laga merebut tempat ketiga, perempatfinal, dan enam laga lainnya selama Piala Dunia 2010. Stadion ini mempunyai struktur atap yang unik dan berlatar belakang pemandangn yang indah karena dekat dengan Danau North End.Sebelumnya, semua pertandinga sepakbola di kota ini dimainkan di stadion rugbi Eastern Province, Afrika Selatan.

Disain yang ‘eye-catching’ dengan struktur atap unik dan pemandangan spektakuler yakni menghadap Danau North End membuat Stadion Nelson Mandela Bay ini sebagai salah satu dari tidak banyak stadion di dunia ini yang dibangun dengan menghadap danau. Sebelum stadion ini selesai dibangun, semua pertandingan sepakbola internasional dimainkan di Stadium EPRU yang ada di timur provinsi. Permukaan lapangan stadion berupa rumput alami yang mana pada pinggir lapangan akan dibuat rumput buatan, sehingga dapat digunakan untuk sepakbola maupun rugby. Sementara dalam hal kapasitas, stadion akan diisi sebanyak 45.000 kursi dengan 4.000 kursi tambahan cadangan selama berlangsungnya Piala Dunia 2010.

Mahalnya biaya konstruksi yang mencapai 1,1 miliar rand atau sekitar US$ 150 juta membuat stadion ini dituntut untuk memberikan sarana dan prasana yang sepadan harganya. Seperti pemasangan dua layar raksasa besar dipastikan akan menghiasi stadion untuk penayangan pertandingan secara langsung ditambah dengan dua ruangan konferen yang dapat menampung 200 orang. Jalan khusus untuk kursi roda, 74 toilet dan 32 pintu gerbang. Dalam urusan transportasi juga tidak perlu dirisaukan oleh pengunjung. Stadion yang terletak di sepanjang kota-kota jaringan BRT baru dan kini sebuah jalur khusus untuk bus sedang dibangun. Nantinya, bus-bus BRT akan mengangkut pengunjung dari dan ke stadion saat berlangsungnya pertandingan.

Pembangunan stadion Nelson Mandela Bay ini sempat diragukan dalam ketepatan waktunya. Bahkan pada Juli 2008, stadion sempat dicoret dari daftar stadion yang menggelar Piala Konfederasi 2009. Namun, justru stadion ini menjadi stadion Piala Dunia 2010 pertama yang selesai pembangunannya
Free State Stadium

Gb
Kota : Mangaung/ Bloemfontein
Mulai Dibangun : 1952
Selesai Direnovasi : 2008
Kapasitas penonton : 48.000

Kandang dari beberapa klub sepakbola lokal ini akan menjadi pusat perhatian Piala Dunia nanti. Di sinilah tim Spanyol, unggulan pertama Piala Kondfederasi 2009 secara mengejutkan tumbang dari tim nasional AS di pertandingan semifinal. Penduduk Bloemfontein terkenal dengan semangat olahraganya, sedangkan pusat olahraga di kota mereka ini telah menjadi ajang dari beberapa kompetisi olahraga nasional, terutama rugbi dan sepakbola.Stadion Free State berada di kota Bloemfontein dan saat ini digunakan oleh klub sepakbola Bloemfontein Celtic yang bermain di Liga Utama Afrika Selatan. Dua klub rugb, Free State Cheetahs dan Central Cheetachs, juga memakai stadion yang juga dikenal dengan nama Vodacom Park itu.

Stadion ini menggelar partai yang cukup mengejutkan banyak orang di Piala Konfederasi 2009, yakni partai semifinal antara Spanyol melawan Amerika Serikat (AS) di mana AS berhasil mempecundangi juara Eropa 2008 itu dan menjadi runner up turnamen. Bloemfontein merupakan kota yang penduduknya terkenal dengan semangat olahraga yang tinggi. Bloemfointein menerima suntikan dana sebesar 221 juta rand (Rp 277 miliar) yang ditambah dengan 24 juta rand (Rp 30 miliar) dari pemerintah kota setempat untuk meng-upgrade stadion ini. Proses upgradeberjalan mulai bulan Juli 2007.

Hasilnya, tingkat kedua dari sisi barat telah ditambahkan pada sisi baratnya sehingga kapasitas bertambah dari 36.538 kursi menjadi 45.000 seat. Pintu putar baru, lampu sorot, papan skor elektronik telah dipasang serta sound system disesuaikan dengan standar yang diperlukan, pemasangan CCTV dan pembaruan fasilitas media.Stadion Free State mungkin akan menjadi pusat perhatian selama perhelatan Piala Dunia 2010. Pasalnya, stadion ini terkenal dengan kelompok suporter fanatik Bloemfointein Celtic yang dinamakan Siwelele.


Mbombela Stadium


Kota : Nelspruit
Selesai Dibangun : 2009
Kapasitas penonton : 46.000

Stadion ini termasuk yang baru dibangun menyambut Piala Dunia 2010. Namanya diambil dari nama kota bagian Nelspruit dan Mbolela berasal dari bahasa siSwati (salah satu bahasa resmi Afrika Selatan) yang secara harafiah berarti “banyak orang
berkumpul dalam tempat kecil. Terletak di Provinsi Mpumalanga, stadion ini berjarak sekitar delapan kilometer dari pusat kota dan 12 kilometer dari Bandara Kruger-Mpumalanga.

Pembangunan Stadion Mbombela akan memberikan warna baru bagi kehidupan sepakbola masyarakat Nelsprui. Sebab, sebelumnya Nelspruit tidak memiliki venue sepakbola untuk menggelar pertandingan berskala internasional.

Mbombela adalah stadion baru yang khusus dibangun demi menyelenggarakan Piala Dunia 2010. Stadion Mbombela terletak sekitar tujuh kilometer dari Nelspruit, Mpumalangan dan 12 kilometer dari bandara terdekat, Kruger-Mpumalanga. “Mbombela” yang berarti banyak orang bersama di sebuah ruang kecil ini juga berdekatan dengan taman bermain dimana pengunjung dapat menyaksikan kehidupan satwa liar ketika sedang liburan. Stadion dengan kapasitas 46.000 penonton ini memiliki disain interior yang cukup unik, di mana desain tempat duduk dirancang menyerupai mangkuk yang bertujuan agar penonton sedekat mungkin dekat lapangan namun tetap mempertahankan pandangan yang baik di atas kepala penonton. Luas atapnya akan melindungi 95% tempat duduk. Atap juga akan mengapung bebas pada bagian atas tempat duduk dengan celah sepanjang 6 meter untuk mengurangi efek dari suhu yang panas serta memberikan pemandangan berupa jajaran bukit dari tempat duduk. Stadion juga akan diberikan penopang dari baja sepanjang 30 meter sebagai simbol leher jerapah.

Mulai akhir 2009 hingga bulan Juni 2010 menjelang kickoff Piala Dunia mendatang, fasilitas olahraga senilai R1.050 juta siap dipasang dan digunakan di stadion Mbombela. Tak lupa fasilitas konferensi siap melengkapi stadion ini. Tak heran apabila stadion ini nantinya akan menjadi salah satu aset olahraga dan hiburan yang paling pentin yang dimiliki oleh Provinsi Mpumalanga.

Peter Mokaba Stadium




Kota : Polokwane
Selesai Dibangun : 2010
Kapasitas penonton : 46.000

Dinamakan sesuai dengan seorang pejuang antiapartheid, stadion Peter Mokaba mengenang semangat dan inspirasi sang pejuang yang juga berasal dari kota Polokwane. Rancangan stadion ini diinspirasi oleh simbol lokal, pohon Baobab, yang struktur tiang-tiang bajanya menopang atap di setiap pojoknya.Stadion yang berjarak lima kilometer dari pusat kota itu dibangun dekat stadion Peter Mokaba lama di Provinsi Limpopo. Di stadion ini, Didier Drogba yang sekarang membela Chelsea, melakukan debut internasional pertamanya untuk Pantai Gading pada kualifikasi Piala Afrika melawan Afrika Selatan.

Stadion Peter Mokaba terletak di Polokwane dan hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat kota. Stadion yang berkapasitas 45.000 penonton itu berada tepat di samping Stadion Peter Mokaba lama.Rancangan konstruksi beton terinspriasi dari sebuah pohon yang menjadi ikon kota tersebut, PohonBaobab dengan struktur baja yang menumpu atap stadion. Pada tiap sudut stadion ditumpu oleh struktur yang menyerupai batang pohon raksasa yang mengakomodasi sirkulasi vertikal jalan stadion yang landai.Nama Peter Mokaba diambil untuk mengenang perjuangan salah satu tokoh penting dalam sejarah Afrika Selatan itu. Mokaba terkenal karena semangat juang dalam menentang rezim apartheid dan kepemimpinannya yang telah menginspirasi banyak orang.

Royal Bafokeng Stadium


Gb
Kota : Rustenburg
Mulai Dibangun : 1999
Selesai Direnovasi : 2010
kapasitas penonton : 42.000

Stadion ini dinamai sesuai dengan nama suku Bafokeng yang menetap di wilayah itu. Walaupun Rustenberg tidak mempunyai klub lokal, tetapi stadion ini telah menjadi tuan rumah bagi liga sepakbola lokal (Premier Soccer League) dan ketika Afrika Selatan mengalahkan Burkina Faso 2-1 pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2001. Stadion ini terletak 25 kilometer dari pusat kota Rustenberg.
Stadion Royal Bafokeng memiliki daya tampung sebanyak 42.000 kursi penonton. Bafokeng dipilih sebagai nama stadion karena masyarakat yang tinggal di sekitar area stadion tersebut. Tidak hanya berfungsi sebagai stadion sepakbola, Royal Bafokeng juga dapat digunakan sebagai stadion atletik dan rugby. Sebagai persiapan untuk menggelar pertandingan di Piala Dunia 2010, stadion ini telah mengalami sejumlah perbaikan. Di antara diberikannya sebuah penyangga atap yang baru senilai US$ 45 juta. Ditambah dengan beberapa pemasangan papan skor elektronik, kursi penonton yang baru serta pembaruan lampu sorot dan sistem alamat publik.

Royal Bafokeng hanya berjarak sekitar 25 menit mengemudi ke Sun City dan setengah jam ke Pilansberg atau kira-kira 12 kilometer dari pusat kota Rustenburg. Meski menjadi salah satu stadion berstandar dunia, Royal Bafokeng malah tidak memiliki tim dari kotanya sendiri, Rustenburg. Sejauh ini stadion pernah menggelar laga internasional antara Afsel melawan Burkina Faso ditahun 2001 pada kualifikasi Piala Dunia.